Banyak kita dengar akhir akhir ini tentang wabah serangan tomcat. Berita yang cukup heboh yang semula hanya terdengar di Surabaya kini sudah terdengar hampir diseluruh Pulau Jawa. Tomcat bukanlah sesuatu yang baru dan asing bagi masyarakat, karena hewan ini memang merupakan spesies asli Indonesia khususnya dan kawasan Asia Tenggara pada umumnya. Tomcat adalah hewan sejenis [...]
Full Story »Jangan Salahkan Tomcat
Bukan Ku Tak Percaya….
3 Maret 2011 Kawan, bukan ku tak percaya, tapi pahamilah makna janji. Kau berucap tapi kemudian kau ingkari. Kawan, aku berpegang pada janji yang kau berikan, seperti aku berpegang pada janji Tuhan kepada hamba-Nya. Kepercayaan itulah yang membuat aku menerima janji itu, seperti kepercayaanku kepada Tuhan yang kan menepati janji-Nya. kawan ingin kupupuk rasa percaya [...]
Full Story »Analisis Problematika Ummat dan Pemecahannya
Terlalu kompleks jika berbicara mengenai problem atau masalah yang dihadapi bangsa ini. Tentunya problem yang menyangkut ke-ummat-an. Tapi sebenarnya yang menjadi masalah utama yang mendasar adalah masalah hubungan horizontal hubungan seorang hamba dengan Khaliknya. Manusia banyak yang lupa dan tak peduli terhadap Tuhannya, dalam menjalankan aktivitas kehidupan berjalan tanpa arah dan tujuan yang jelas tanpa [...]
Full Story »Aku, Hati dan Nyeri
Erangan itu terdengar lagi. Menyayat. Memilukan. Dan bukan yang pertama kalinya sepanjang hari ini. Aku lelah, namun lolongan pedih itu seakan menjulurkan lengan magisnya, memaksaku beranjak. Sambil memeluk semeruak nyeri yang tiba-tiba saja menyerang dada, aku pun membenamkan diri ke palung dalam itu lagi. Segera, atmosfer sejuk meratai sekujur tubuhku. Aromanya manis membelai ujung-ujung syaraf. [...]
Full Story »Simpul Tanpa Ego Bag. 18
JIKA KAU BUTUH CINTA, BERILAH CINTA! Rindu bergegas-gegas meninggalkan rumah. Anak-anaknya kini sulit ditinggal, jadi ia harus sembunyi-sembunyi jika ingin pergi sendiri. Tadi sudah dipesaninya simbok untuk mengajak mereka bermain agar tidak kelayu. Ia berniat silaturahmi ke rumah Utari. Sebelum naik ke angkot, Rindu mampir sebentar ke warung pinggir jalan yang menjual aneka snack dan [...]
Full Story »Simpul Tanpa Ego Bag. 17
MANGA UTUSAN CNTA Sepulang dari puskesmas, Teduh mendapati sepucuk surat tergeletak di pembaringannya. Sampulnya norak, kelihatan kalau buatan tangan yang digambari sendiri. Tulisan Best Friend terpampang sebagai pengirim. Teduh nyengir. Dibukanya segera surat katrok tersebut. Ternyata isinya dua panel anime-manga bergaya super-deformed yang imut. Panel pertama berisi karakter dirinya sedang memegangi daun jati. Pada panel [...]
Full Story »Simpul Tanpa Ego Bag. 16
BISMILLAH, SEMOGA ISTIQOMAH! Utari merapatkan screen pelindung helmnya. Bersamaan dengan itu air matanya menetes jatuh. Ditambahnya kecepatan sedikit demi sedikit hingga mencapai 100km/jam. Ia tak tahu hendak pergi kemana. Yang ada dalam benaknya hanyalah pergi jauh dari Guru dan bayang-bayangnya. Perasaan rapuh menyiksanya. Betapa tegar aku sebelum ini. Kemana angin bawa tegakku? Kenapa tak mampu [...]
Full Story »Jalan Sang Muara
Kamu adalah muara. Segala rasa dan peristiwa menujumu, hanya untuk sekedar lalu. Semua akan lepas di samudera atau mengaliri sungai-sungai… menjauhimu. Tak ada yang selamanya berlabuh padamu, sebab kamu hanyalah tempat lalu. Kamu hanyalah muara, sekedar tempat lalu. Jangan berlaku seperti dermaga. Kamu bukan tempat berlabuh. Tutup matamu dari segala asa. Buang cemasmu untuk segala [...]
Full Story »Sendiri
Tak perlu meminta orang lain untuk memahamimu karena mereka tak akan pernah bisa. Kamu sendirilah yang mampu memahami dirimu secara utuh, selain Dia Yang Menciptakan kamu. Sungguh, tak perlu memberitahu orang lain seberapa kuat atau lemah dirimu, karena mereka sama sekali tidak berkepentingan untuk tahu. Siapapun orang lain itu, jangan bersandar kepada mereka dengan sepenuhnya [...]
Full Story »Simpul Tanpa Ego Bag. 15
JUSTRU KARENA AKU SAYANG KAMU Utari duduk di teras luas yang penuh aneka tanaman hias milik Mama Guru. Duduknya tenang saja, namun sungguh di kedalaman hatinya sedang berlangsung sejuta badai. Di luar kebiasaan, ia merasa otot-otot wajahnya tegang semua. Dicobanya tersenyum, tapi terasa sulit. Dibetulkannya posisi duduknya senyaman mungkin, lalu dipejamkannya matanya. Ia berusaha bernafas [...]
Full Story »Yakin Akan Kekuasaan Allah
Ketika Allah berkata dia akan pergi tak ada yang dapat kita lakukan untuk menghentikannya agar tidak pergi. Ikhlas dan sabar kadang Allah memberikan yang terbaik buat kita di masa yang akan datang, atau malah Allah akan menuntun dia kembali kepada kita. Hanya Allah yang bisa memberikan apa yang terbaik untuk kita. Ya Allah apapun itu [...]
Full Story »Rahasia Kehidupan
Langit mendung. Awan kelabu pekat menutupi cahaya matahari. Cuaca gelap seakan pukul 5 pagi, padahal jarum jam menunjuk angka 2 di siang hari. Suara guntur berulang kali, keras memekakkan telinga. Pertanda badai berada dekat. Dalam hitungan menit air hujan tampaknya akan segera menghunjam bumi. Wilma tercenung. Berdiri di depan jendela kamarnya, memandang kekelabuan di luar. [...]
Full Story »Ketika Kau Melambai Pada Seseorang Yang Kau Kira Melambai Padamu Padahal Tidak!
Hehehe… panjang amat judulnya yah. Hayo, pernah mengalami ga? Ketika nampaknya seseorang melambai pada kita lalu kita balas melambai, tapi ternyata yang dituju adalah orang di belakang kita! Dah gitu ni orang yang ga dikenal lagi… Kalo misalkan kenal gitu kan bisa diharapkan dia akan pura-pura emang melambai ke kita (buat ngejaga perasaan kita). Nah [...]
Full Story »Simpul Tanpa Ego Bag.14
CINTA YANG RENTA Bunga-bunga euphorbia di teras wanita itu mulai menghijau, tanda menua. Sebentar lagi pasti akan gugur. Ditatapnya lama, seperti berkaca. Tak ada bedanya. Ia dan euphorbianya sama-sama tua. Perlahan disentuhnya ekor mata. Kering. Berkerut. Sudah begitu lama tak ada bening yang mengalir di sana. Berpuluh tahun ia melangkahi dunia, entah sudah sejauh mana. [...]
Full Story »Simpul Tanpa Ego Bag. 13
‘COZ WE’RE GOOD FRIENDS Teduh melirik jam tangannya. Sudah pukul delapan malam. Di luar masih tersisa satu pasien lagi. “Silahkan, Pak!” serunya. Pasien terakhir itu bangkit dari duduknya yang membelakangi Teduh. Saat ia berbalik, Teduh menutup mulutnya yang ternganga dengan kedua tangannya. Seorang pria gondrong berkaca mata berdiri di ambang pintu dengan senyum jahilnya yang [...]
Full Story »






Atensi