Cerita Dari China #1 : Episode Awal Memulai Perjalanan
Tulisan ini menceritakan secara deskriptif step by step cara mendaftar beasiswa pelatihan di luar negeri, harapannya dapat menggerakkan mereka yang bekerja di sektor rutin untuk mau mengambil sedikit jeda, mengisi tangki energi dengan sesuatu yang baru.

Beberapa saat lalu, tagar #KaburAjaDulu ramai dan viral di media sosial. Latarbelakangnya adalah kekecewaan utamanya generasi muda terhadap apa yang terjadi di negara kita tercinta ini. Mereka beranggapan mereka akan lebih dihargai jika bekerja di luar negeri, kesempatan untuk mengadu nasib juga lebih terbuka. Dalam diam saya mengamini, bagi saya bukan masalah tak cinta tapi bukankah kesempatan dan peluang memang harus kita cari?
Saya termasuk yang percaya bahwa kesempatan dan peluang harus kita perjuangkan, mereka tidak datang dengan sendirinya. Termasuk kesempatan untuk meningkatkan kapasitas diri. Sebagai pekerja di sektor pemerintahan, saya mengerjakan hal-hal rutin yang ritmenya hampir sama dari tahun ke tahun (tentu tidak selalu sama) riak-riak pekerjaan memang pastilah ada, tapi karena jenis pekerjaannya hampir sama secara perlahan-lahan saya merasa menjadi paling tau dan ini berbahaya.
Sebagai contoh karena bertahun-tahun mengelola pengaduan masyarakat, bagi saya yang setiap hari membaca aduan dari masyarakat, pengaduan itu adalah hal yang biasa. Padahal bagi masyarakat yang menyampaikan aduan, aduan itu adalah hal yang sangat penting bagi mereka dan butuh lebih dari sekedar keberanian untuk mereka menuliskannya. Karena setiap hari membaca aduan, saya bisa saja kehilangan empati dan kemudian hanya memproses aduan dari sisi prosedural, saya kehilangan semangat untuk menghadirkan jawaban yang solutif. Hal ini secara naluriah bisa terjadi dan dalam teori organisasi dikenal sebagai "bubble theory" artinya mereka yang mengerjakan hal sama bertahun-tahun akan beranggapan bahwa mereka mengetahui segalanya, padahal yang diketahui hanyalah satu gelembung kecil.
Dunia diluar sana sesungguhnya sangat luas, itulah pentingnya sedikit jeda untuk meningkatkan kapasitas diri agar otak kita diberi asupan nutrisi berupa inovasi dan cara pandang baru terhadap berbagai persoalan. Sayangnya kesempatan mengembangkan kapasitas utamanya di era efisiensi tidak datang dengan mudah, disinilah kita harus pandai mencari peluang. Darimana saya memulainya, berikut step by stepnya:
- AKTIF MENCARI INFORMASI DARI SUMBER YANG TERPERCAYA
Sejatinya informasi tentang peluang beasiswa ada dimana-mana, banyak LSM/NGO dari luar negeri memberi peluang untuk itu. Bagi saya yang bekerja di sektor pemerintahan, pintu gerbang beasiwa luar negeri ada di Biro Kerja Sama Teknik Luar Negeri Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia (Biro KTLN). Biro KTLN aktif membagikan informasinya melalui website https://ktln.setneg.go.id/ dan juga instagram https://www.instagram.com/ktln_setneg/
Saya termasuk penggemar berat website KTLN, karena tidak mau ketinggalan informasi, saya bahkan meng-subscribe website KTLN, agar setiap ada update tawaran baru saya memperoleh informasinya melalui email. - TIDAK MALU BERTANYA, KARENA BERTANYA ITU GRATIS
Ditengah banyaknya informasi peluang pelatihan di luar negeri saya kemudian bertanya, kenapa informasi ini tidak sampai ke meja saya di Pemerintah Daerah? Sayapun menanyakannya kepada seorang teman dan memperoleh informasi, ternyata untuk teman-teman di Pemda surat tawaran untuk mengikuti pelatihan aktif dibagi lewat website Pusat Fasilitasi Kerjasama Kemendagri yang beralamat di https://setjen.kemendagri.go.id/ dan instagram https://www.instagram.com/fasker.kemendagri/
- KOMUNIKASI AKTIF DENGAN ATASAN, KARENA DUKUNGAN DARI PIMPINAN ADALAH MODAL YANG SANGAT DIBUTUHKAN
Berbekal surat yang saya unduh dari website Pusat Fasker, saya mulai mengkomunikasikan maksud dan tujuan saya mengikuti pelatihan. Pastikan di tahap ini sudah ada persetujuan dan rencana pengalihan tugas sementara saat kamu mengikuti pelatihan. Dukungan dari pimpinan sangat diperlukan karena berbagai dokumen persyaratan untuk mengikuti diklat membutuhkan izin tertulis dari pimpinan, ditahapan selanjutnya setelah diterima beasiswa, saat mengurus perizinan untuk bisa melakukan perjalanan dinas di luar negeri, dukungan dari pimpinan juga menjadi syarat wajib yang harus dimiliki. - MELENGKAPI DOKUMEN PERSYARATAN SESUAI KEPERLUAN MITRA PENYELENGGARA PELATIHAN
Kemampuan untuk membaca secara seksama sangat diperlukan, karena syarat tiap pelatihan berbeda tergantung keperluan penyelenggara diklat. Jangan terburu-buru dan pastikan seluruh syarat sudah terpenuhi. Ketika saya mendaftar pelatihan di China ini adalah syarat yang saya persiapkan:
a. Surat Rekomendasi dari Kepala Pusat Fasilitasi Kerjasama Kemendagri : untuk mendapatkan ini Pimpinan dalam hal ini Bupati/Sekretaris Daerah perlu menyampaikan surat tertulis tentang permohonan mendapatkan rekomendasi yang ditujukan ke Kemendagri
b. Mengisi application form seminar : download formnya dari website Setjen Kemendagri/website KTLN;
c. Melampirkan salinan paspor dengan masa berlaku minimal 6 (enam) bulan sejak tanggal pelaksanaan kegiatan : Ketika saya mendaftar pelatihan saya melampirkan paspor biasa/paspor hijau karena belum memiliki paspor dinas, paspor dinas/paspor biru baru saya buat setelah dinyatakan diterima
d. Menyertakan Surat keterangan sehat dalam bahasa Inggris yang dikeluarkan oleh Rumah Sakit/Klinik Dokter Pemerintah: Saya membuat surat keterangan sehat di RSUD Wonosobo dengan biaya Rp 25.000,- pastikan untuk dikomunikasikan dan meminta surat dalam bahasa inggris
e. Daftar riwayat hidup (CV) terbaru dalam Bahasa Inggris : Buatlah CV yang "menjual" dan relevan dengan pelatihan yang didaftar
f. Melampirkan Ijazah pendidikan tinggi LN atau sertifikat TOEFL ITP dari ETS minimal score 450/IELTS minimal score 5.0/English Score British Council minimal score level B1 yang bukan merupakan sertifikdidaftarinction test.
g. Mengumpulkan motivational statement: isinya alasan kenapa kamu perlu diterima atau mendapatkan beasiswa dan rencana kedepan setelah memperoleh beasiswa
Semua dokumen tersebut kemudian di upload di website https://ktln-scholar.setneg.go.id, pastikan sudah memiliki akun di KTLN Scholar dan melengkapi semua dokumen yang diperlukan, saya sangat menyarankan semua yang ingin mengikuti pelatihan untuk membuat akun jauh-jauh hari, sehingga apabila ada pelatihan yang ingin didaftar sudah memiliki akun yang ready. - COBA LAGI DAN LAGI, POKOKNYA SAMPAI BERHASIL
Beberapa teman mengira saya modal beruntung karena bisa mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan di luar negeri, padahal ini adalah percobaan ke-4 saya, setelah 3 kali sebelumnya gagal. Sebelumnya dua kali saya gagal mendaftar pelatihan di Australia dan satu kali gagal mendaftar pelatihan di China. Namun tidak sepenuhnya gagal, dari tiga kali mencoba tersebut saya kemudian belajar membuat CV yang lebih "menjual" dan membuat motivation statement yang singkat namun meyakinkan.
Itu adalah step by step pengalaman saya mendaftar pelatihan di luar negeri dan alhamdulillah saya berkesempatan mengikuti China Asean Young Leader Growth Program di China pada tanggal 10 s.d. 24 Juni 2025 (next akan cerita juga pengalaman saya disana).
Semoga bermanfaat dan ayo cari kesempatan dan peluang itu bersama-sama.
What's Your Reaction?






