ARWAH MARSINAH DAN SOEHARTO
ARWAH MARSINAH DAN SOEHARTO
Oleh : Mbah Atmo Kulonkali
Kemarin lusa di alam akhirat bertemulah dua arwah yang tidak saling mengenal satu sama lainnya. Mereka nampak tidak akrap, namun ketidakakrabannya itu bukan karena mereka tidak saling mengenal, ada sesuatu yang mengganjal dihati mereka berdua. Hal itu tak lepas dari kejadian beberapa tahun silam waktu dunia, jiwa Marsinah dipaksa meninggalkan raganya sementara ketika itu Soeharto sang pemegang kendali dunia. Kini kedua arwah itu didudukan sejajar di dinding musium bergelar pahlawan. Mungkin sebentar lagi kedua foto raganya berada di lembaran uang kertas emisi terbaru, Masinah nominal seribuan dan Soeharto nominal sejutanan. Masalah nominal tidak perlu diperdebatkan, yang penting kalian diam dan terhibur, bukankan memang demikian kendali dunia dijalankan?
Lalu dihari yang sama para petinggi mengirim karangan bunga berjajar bersandingan namun berkasta. Kasta bukan berdasarkan amal perbuatannya, namun seberapa cepat dan besar orang-orang mebayar para tukang pemasang bunga. Pada hari-hari berikutnya para petinggi memerintahkan di upacara-upacara untuk memanjatkan doa bagi arwah para pahlawan yang telah berjasa. Para malaikat pengantar doa pun mengantarkan rahmatNya kepada arwah yang dituju. Malaikat terhenyak sesaat demi mendengar suara arwah Soeharto,
"Dia penggaggu stabilitas" ujar Soeharto.
"Dia membungkamku" sahut Marsinah tak tinggal diam.
Malaikat berbalik arah, lau melotot tajam kepada para pemegang kendali kuasa pemberi gelar pahlawan.
Selesai.
What's Your Reaction?