Tips bisa tetap kuliah, meski terkendala biaya

Tips bisa tetap kuliah, meski terkendala biaya

oleh : Yazilatun Nadhiyah

Pemerintah kita mengambil perhatian cukup tinggi terhadap isu pendidikan, anggaran yang jumlahnya tidak sedikit terus digelontorkan. Meski demikian tidak semua dari kita bisa memiliki akses yang sama terhadap dunia pendidikan. Bagi sebagian orang, pendidikan tetap menjadi komoditi yang "mahal", lebih penting untuk memikirkan bagaimana cara bertahan hidup dari hari ke hari, pendidikan terlalu mewah bahkan untuk sekedar diupayakan.

Meski berbagai penelitian, sosialisasi dan penyebarluasan informasi tentang pendidikan ini terus disampaikan, namun belum semua cukup beruntung untuk bisa menikmatinya. Jangankan merengkuh pendidikan hingga bangku kuliah, bisa menyelesaikan pendidikan dasar seperti SMP hingga SD saja memerlukan kerja keras satu entitas keluarga. Untuk sampai level pendidikan SMU/SMK bagi keluarga yang secara ekonomi dibawah garis kemiskinan adalah suatu prestasi.

Berbicara biaya pendidikan tidak hanya tentang fasilitasi dari Pemerintah terhadap Guru ataupun biaya di Sekolah saja, tapi ada beberapa biaya tidak tertulis yang juga "membebani" rumah tangga yang membiayayi pendidikan, sebut saja biaya transportasi, biaya uang saku, biaya akomodasi apabila pendidikan diakses di luar rumah, ditambah yang terbaru biaya sosial. Berinteraksi di lingkungan sosial dunia pendidikan juga membutuhkan biaya yang tidak murah, disadari ataupun tidak kita sadari.

Berikut ini adalah beberapa tips pengalaman pribadi penulis ketika berhasil menyelesaikan pendidikan di level perguruan tinggi/kuliah, meski secara finansial keluarga tidak mampu memberikan banyak dukungan.

1. NIAT DAN TEKAD YANG KUAT

Terdengar klasik, tapi perjuangan menempuh pendidikan Strata-1 (S1) selama paling cepat 3,5 tahun bukanlah perjalanan yang mudah yang tidak akan mampu dilewati tanpa memikiki niat dan tekad yang kuat. Niat ini harus ditanamkan dalam hati secara sungguh-sungguh. Mental yang kuat menjadi kunci untuk bisa melewati perjuangan menyelesaikan kuliah, terlebih untuk mereka yang tidak hanya memikirkan aktivitas-aktivitas di dunia akademik namun juga harus mencari dukungan finansial sendiri.

Ketika kamu ingin kuliah tapi tidak memiliki biaya, maka hal pertama yang akan kamu harus lakukan adalah bertekad terlebih dahulu, niat terlebih dahulu, punya keinginan terlebih dahulu. "SAYA HARUS KULIAH, APAPUN YANG TERJADI". Niat dan tekad ini tentu harus didasari motivasi, saat saya kuliah dulu motivasi saya ingin bisa kuliah adalah saya ingin menjadi cucu pertama di keluarga nenek saya yang menjadi Sarjana, di keluarga besar saya saat itu tidak ada satupun cucu nenek yang menjadi sarjana, dan meski mungkin bagi sebagian orang motivasi ini terdengar tidak penting, bagi saya inilah yang membakar semangat saya selama 3,5 tahun sehingga saya bisa lulus kuliah.

Bagaimana menginvestasikan niat dan tekadmu yang kuat? cara yang paling mudah adalah berdoa pada Tuhan YME. Kita boleh percaya diri pada kekuatan diri sendiri, tapi dengan menyampaikan niat dan tekadmu melalui doa, siapa tau semesta akan mendukung dan memudahkan jalanmu :)

2.  SAMAKAN VISI DAN MISI DENGAN KELUARGA

Untuk kamu yang terkendala kuliah karena memang keluarga tidak mampu mendukung secara finansial, dukungan keluarga secara moriil tetap diperlukan. Kuliah selama paling cepat 3,5 tahun akan lebih sulit kamu selesaikan, jika keluarga tidak mendukung. Sampaikan kepada kedua orang tua, keluarga terdekat kalau kamu ingin kuliah dan meski tidak didukung secara finansial tapi kamu membutuhkan restu dan doa dari mereka. Dalam beberapa kasus teman-teman saya yang berhasil memperoleh beasiswa penuh saat kuliah, mereka terpaksa berhenti dari perjuangannya karena keluarga sudah "memanggil" untuk membantu secara ekonomi. 

Ini memang menjadi isu yang "umum" dijumpai, karena setelah berusia lebih dari 17 tahun beberapa keluarga berharap anak bisa kembali dan membantu perekonomian keluarga. Disinilah penyamaan visi dan misi ini penting, saat kamu memang ingin kuliah, sampaikan kepada keluarga bahwa selama kuliah kamu hanya akan fokus terlebih dahulu untuk menyelesaikan kuliahmu.

Bisa saja kamu juga bekerja, membiayai orang tua, membiayai kuliahmu, hal itu bisa saja dilakukan. Namun dari beberapa kasus yang saya ketahui, menanggung ketiga beban ini banyak membuat teman-teman saya gagal ditengah jalan, apabila kamu memiliki "kemewahan" untuk bisa meminta waktu untuk hanya fokus pada pendidikanmu, maka cobalah pilih jalan itu. Mungkin secara finansial keluarga tidak bisa mendukungmu, tapi percayalah dukungan moril, doa dan restu adalah modal yang sangat berharga.

3. BANJIRI DIRI DENGAN INFORMASI MENGENAI BEASISWA

Jika kamu dan keluarga sudah siap pada perjuangan untuk kuliah, maka langkah selanjutnya adalah banjiri diri dengan berbagai informasi mengenai beasiswa, sumbernya dari mana? banyak sekali. Cara yang paling mudah adalah bertanya pada senior, pada rekan yang pernah memperoleh jalur serupa, cara lain bisa dengan mencari informasi dari internet. Perbanyak referensi, perbanyak pilihan. Meski kamu tidak memiliki biaya jangan kamu fikir kamu tidak bisa memilih dan hanya menerima apa saja yang ditawarkan. Tetap buat pilihan dan alternatif-alternatifnya, kemudian pilih mana yang paling cocok untuk bisa kamu terapkan. Berikut adalah beberapa pilihan beasiswa yang barangkali bisa menjadi alternatif untuk kamu:

  • PMDK/BIDIKMISI/KIP-K: nama program ini memang berubah-berubah sesuai dengan aturan Kementerian. Generasi orangtua saya mengenal program ini dengan istilah PMDK, generasi adik saya mengenalnya dengan istilah BIDIKMISI. Program ini dimulai saat kamu masih SMA, dengan berbekal nilai rapot dan surat rekomendasi dari kepala sekolah, kamu bisa mendaftar program ini. Dengan bidik misi kamu akan memperoleh akses bebas biaya pendidikan mulai dari biaya masuk sampai biaya semesteran, namun untuk biaya hidup seperti uang saku, transportasi dan uang kost kamu masih harus menyiapkan sendiri. Tahun 2012, saat adik saya mengikuti program bidik misi, dia juga memperoleh uang saku meski jumlahnya tidak cukup untuk mencover seluruh biaya, namun ini sangat membantu. Untuk teman-teman yang masih duduk di bangku SMU/SMK saya sangat menyarankan kamu untuk bisa aktif menghubungi sekolah dan mencari tau tentang program ini.
  • BEASISWA DARI PESANTREN : Tahukah kamu kalau beberapa pesantren juga menyediakan pendidikan hingga perguruan tinggi yang dapat kamu akses tanpa "biaya". Beberapa perguruan tinggi juga memberikan beasiswa khusus untuk santri. Kamu bisa mencari tau informasi ini, namun saya akan memberi beberapa informasi diantaranya program dari Universitas Islam Indonesia ataupun beasiswa untuk santri dari Kementerian Agama, salah seorang keluarga saya juga saat ini sedang menempuh pendidikan SMA hingga kuliah tanpa biaya di Ponpes Alasyriyyah Bogor. Program beasiswa untuk santri saat ini banyak dan terbuka, jangan ragu untuk cari tau.
  • BEASISWA DARI PROGRAM CSR PERUSAHAAN: Beberapa perusahaan memiliki program beasiswa untuk siswa berprestasi. Ada Beasiswa BCA Finance, Sampoerna Foundation,Djarum Beasiswa Plus dan berbagai jenis beasiswa lainnya yang sumbernya dari Perusaahaan. Kelemahan untuk jenis beasiswa ini, biasanya beasiswa ditawarkan setelah kamu menjadi mahasiswa, artinya kamu harus menyiapkan sendiri keperluan untuk pembayaran awal kuliahmu.
  • SEKOLAH KEDINASAN: Saya mengenal beberapa teman yang mendaftar sekolah kedinasan, semata karena mereka tidak memiliki biaya untuk kuliah secara reguler. Banyak sekali pilihan sekolah kedinasan yang ada, sebut saja IPDN, STAN, STIS, Sekolah Transportasi Darat, Politeknik Badan Meterologi dan lain sebagainya. Untuk jenis ini kamu harus mengikuti test layaknya pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil. Bonusnya setelah lulus dari sekolah kedinasan kamu akan langsung menjadi Pegawai Negeri Sipil. Banyak informasi tentang sekolah kedinasan, ayoo segera cari tau yaaa. 

4. BEKERJA DULU BARU KULIAH

Beberapa opsi yang saya tulis di tips ketiga tentang beasiswa sayangnya memang banyak yang mensyaratkan nilai raport dan juga reputasi sekolah SMA/SMK, bagaimana dengan kita yang nilainya biasa-biasa saja secara akademik dan mungkin tidak berkesempatan bersekolah di sekolah favorit. Untuk itu mari kembali ke Pasal 1 yaitu niat dan tekad yang kuat, kesempatan memperoleh pendidikan tidak hanya menjadi hak mereka yang memiliki prestasi secara akademik, kita semua punya hak yang sama meski mungkin jalannya lebih berliku.

Secara pribadi, saya termasuk kategori yang bekerja dulu baru kuliah. Setelah lulus SMK, saya bekerja terlebih dahulu selama satu tahun untuk mengumpulkan uang sebagai pembayaran awal kuliah, namun niat harus diluruskan ya. Saya memang bekerja terlebih dahulu, namun ketika bekerjapun saya niati untuk mencari uang untuk membayar kuliah, sehingga bisa kuliah tetap menjadi prioritas ketika bekerja. Ketika sudah bekerja otomatis pilihan universitas tidak seleluasa teman-teman yang lain yang tidak bekerja, namun jangan sampai itu membuat semangat kamu hilang. Saya termasuk yang mencari universitas yang menyediakan kelas karyawan, jadi saya bisa bekerja di siang hari dan kuliah di malam hari atau weekend, percayalah banyak universitas membuka kelas ini. Pilihan lain adalah universitas terbuka, jangan lupa tetap pilih legalitas dan akreditasi dari kampus yang kamu pilih ya. Selama ada niat dan tekad yang kuat tidak apa untuk mengambil jeda atau langkah mundur sebentar, tapi tetap fokus dengan titik finish yang kamu tuju yaaa.

5. PILIH CIRCLE TEMAN DAN LINGKUNGAN YANG MENDUKUNG

Percayalah, dengan siapa kamu bergaul itu akan mempengaruhi cara berfikirmu. Saya tidak menyarankan untuk memilah-milih teman, menjaga hubungan silaturahmi dengan banyak orang tentu sangat baik, namun investikan waktumu dengan teman-teman yang memiliki visi dan misi yang sama. Jika bisa kuliah adalah tujuanmu, maka carilah teman yang memiliki tujuan yang sama. Memiliki teman yang mengayuh perahu ke arah tujuan yang sama juga adalah modal besar kekuatan yang tidak ternilai harganya. Berdasarkan pengalaman pribadi penulis, memiliki sedikit teman yang memiliki visi misi yang sama lebih bermanfaat dibanding menghabikan waktu pada lingkaran pertemanan yang terlalu lebar namun kurang spesifik dalam hal tujuan.

Itu adalah beberapa tips and trik dari penulis untuk kamu yang ingin bisa memperoleh pendidikan setinggi mungkin tapi terkendala biaya. Beruntunglah dan bersyukurlah jika biaya atau kondisi ekonomi yang menghalangi atau merintangi jalanmu untuk mengenyam pendidikan, karena setidaknya kamu memiliki niat dan semangatnya, tapi celakalah kamu yang memiliki berbagai fasilitas tapi ennggan memanfaatkannya. Pendidikan bukan tentang bagaimana kita akan menjadi kaya raya atau sukses dengan berbagai background pekerjaan yang sifatnya hanya sementara, pendidikan adalah tentang membekali diri untuk menjalani kehidupan dengan ilmu sebagai pegangan kita.

terima kasih sudah membaca, semoga bermanfaat. (YAZ)

What's Your Reaction?

like
1
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0