MEMUJI DIRI SENDIRI DI TENGAH PENGEJARAN VALIDASI
Banyak orang merasa perlu mendapatkan pengakuan dari luar agar merasa berharga, padahal validasi terbaik datang dari dalam diri sendiri

MEMUJI DIRI SENDIRI DI TENGAH PENGEJARAN VALIDASI
Oleh : ka_panca
Tampaknya, lingkungan seorang pekerja sekarang ini berjalan dalam dinamika yang disertai dengan kompetisi dan perbandingan, rasanya tidaklah berlebihan untuk memuji diri sendiri sebagai bentuk apresiasi diri yang sehat, di tengah kerumunan orang yang sibuk dengan pencarian validasi dari orang lain dalam konteks “Pimpinan / Atasan”.
Banyak orang merasa perlu mendapatkan pengakuan dari luar agar merasa berharga, padahal validasi terbaik datang dari dalam diri sendiri, ketika kita mampu mengakui pencapaian dan usaha tanpa harus bergantung pada pengakuan dari orang lain. Di mana hal itu dapat menunjukkan sebuah kedewasaan emosional dan rasa percaya diri yang kuat.
Namun, penting diketahui bahwa untuk memahami konteks memuji diri sendiri tidaklah sama dengan kesombongan atau egoisme. Memuji diri sendiri adalah paham dengan keterbatasan dan kemampuan tanpa harus merendahkan, sedangkan kesombongan cenderung merendahkan orang lain dengan hanya memikirkan bahwa dirinyalah yang paling sempurna. Wajar, jika memuji diri sendiri dilakukan sebagai bentuk upaya menghargai kemampuan dan motivasi untuk berkembang tanpa menjadikannya sebagai alat untuk merasa lebih unggul dari orang lain.
Di tengah kondisi ini, banyak orang merasa perlu mendapatkan validasi dari kolega hingga atasan mereka. Hanya saja, jika terlalu berfokus pada pengakuan eksternal, bisa jadi mereka kehilangan kemampuan untuk berkembang, tidak mempercayai kualitas dirinya sendiri. Maka, kita harus belajar untuk menjadi pribadi yang lebih kuat dari sebuah perbandingan, fokus pada pencapaian diri sendiri dan menghargai setiap prosesnya untuk bertumbuh. Alih-alih terjebak dalam persaingan yang tidak sehat, lebih baik kita bertindak dengan apa yang kita yakini benar tanpa harus mencaci, tidak bisa menghargai hingga kehilangan jati diri.
Akhirnya, ketika kita mampu memvalidasi diri sendiri, tidak menutup kemungkinan orang lain yang menjadi kolega atau atasan juga bisa lebih objektif dalam menilai kinerja orang lain dengan memberikan apresiasi sesuai dengan kapasitas, peran serta fungsinya. Dengan demikian, jika kita bisa memupuk apresiasi diri yang seimbang, maka kita juga bisa menciptakan lingkungan kerja yang lebih positif dan mendukung bagi orang-orang di sekitar tanpa harus bergantung pada validasi eksternal atau mengorbankan keseimbangan hidup kita. (ka_)
What's Your Reaction?






