ABIMANYU
Cerita Wayang: Abimanyu gugur dalam peperangan bharata yudha. Meskipun anak panah menancap disekujur tubuhnya namun dia tetap tersenyum menyambut kematian membela kebenaran yang diyakininya.

ABIMANYU
Putra Arjuna lahir dari ibu yang bernama Sembadra. Ialah sang putra pilih tanding. Bukan saja perkara kesaktian namun lebih dari itu, semangatnya yang berkobar-kobar di dalam dada tidak pernah padam barang sekedipan mata sekalipun. Muda, cerdas, pandai olah kaprajuritan, dan yang jelas ialah yang berhasil mendapatkan wahyu cakraningrat. Wahyu yang tidak sebarang wayang bisa mendapatkannya.
Bharatayudha pun berkobar, parang berlangsung dengan sengit, saling serang, saling tikam, bahkan saling mengkhianati, pun begitu mereka menyebutnya "strategi meraih kemenangan". Halalkan segala cara.
Saat titik kritis, Pandawa berhasil dipukul mundur. Prajurit cerai berai, tunggang langgang...
"Prabakusuma, Brantalaras dan Wilugangga..! Ayo kita gempur Cakrabyuha" teriak Abimanyu kepada ketiga saudaranya. Cakrabyuha adalah formasi perang yang sedang diterapkan para Kurawa. Terdiri dari puluhan ribu pasukan membentuk formasi melingkar yang rumit. Tidak mudah menembusnya.
.
Di luar panggung Bharatayudha adalah Resi Wikana sedang berupaya dengan cara lain. Mengembara belasan hari demi menemukan pohon Tarsandha, sebuah pohon dimana menentukan mati hidupnya Abimanyu. Jika daun pohon Tarsandha hijau subur maka jayalah putra putra Arjuna termasuk Abimanyu, sebaliknya jika daunnya berguguran maka musnahlah Abimanyu serta semua saudaranya. Siraman banyu panguripan yang selalu dibawa oleh Resi Wikana adalah urusan hidup atau matinya pohon Tarsandha.
Lalu.....
Berhasilkah Abimanyu bersama ketiga saudaranya menembus formasi Cakrabyuha, entahlah. Dan berhasilkah Resi Wikana menemukan sekaligus menyiram banyu panguripan pada pohon Tarsandha? Konon katanya sedang dalam proses konfirmasi.
TAMAT.
Diceritakan kembali oleh: Mbah Atmo Kulonkali
What's Your Reaction?






